Cerita rakyat

Tag

, , ,

Adakah engku mendengar salah satu cerita tentang Gunuang Aru? Bukan perihal kisah emas sebesar kuda melainkan cerita ular gedang yang terdapat disana.

Ah, baiklah engku. Bagaimana kalau kami kisahkan saja disini?

Kami dengar kisah ini dari seorang engku yang mendapatkan ceritanya dari seorang engku tua yang dahulunya terkenal karena memiliki ilmu di kampung kita. Si engku tua semasa masih kuat acap naik turun bukit di kampung kita, seorang diri. Tiada takut ia dan acap membuat anak-anak muda terkagum-kagum. Hal tersebut tentulah memancing rasa ingin tahu dari para anak muda tersebut. Baca lebih lanjut

Iklan

KAMANG Nan ASO

Tag

, , , , , ,

Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Artinya:
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara. (QS Ali Imran:103)

Nagari di Minangkabau tak hanya merupakan kesatuan pemerintahan terendah, ianya juga merupakan kesatuan tata hidup masyarakat. Orang-orang kata sama dengan republik mini (polis) di Yunani dimana setiap nagari memiliki pemerintahan sendiri yang berdaulat. Hal ini berarti setiap nagari berhak mengatur dan membuat Undang-undang sendiri, membuat perjanjian dagang, menentukan pejabat nagari (mufti, imam, pemimpin pemerintahan, dsb)tanpa dapat dipengaruhi oleh pihak lain.

Di Luhak Agam yang konon salah satu tafsiran dari namanya, Luhak berarti Kurang, sedangkan Agam bermakna Seragam jadi Luhak Agam artinya ialah Kurang Seragam. Adat tiap-tiap nagari berlainan, tak hanya itu logat atau aksen Bahasa Minangkabau pada tiap-tiap nagari berbeda-beda pula. Sehingga apabila antara penduduk di Luhak Agam ini saling bertemu maka akan dapat diterka dari nagari mana mereka berasal. Baca lebih lanjut

Bukik Baka-Guguak Rang Pisang

Tag

, , , , , , , ,

Bukik Baka menghadap ke arah Gunuang Marapi dan Singgalang, jalan menuju ke puncaknya telah disiangi dan tak lagi ditumbuhi oleh semak belukar. Yang pasti jalannya terjal, pada beberapa tempat sudah dibuatkan pegangan oleh penduduk setempat.

Kira-kira setelah 2/3 mendaki bukit maka kita akan tersua dengan sebuah lepau yang dapat digunakan untuk berehat. Mendaki bukit bukanlah pekerjaan mudah apalagi bagi orang nan jarang menggerakkan badannya. Baiknya jumlah tempat pemberhentian dan lepau di jalur pendakian ditambah. Karena tidak semua orang membawa bekal dari bawah. Baca lebih lanjut

Luak Gadang-Guguak Rang Pisang

Tag

, , , , , , ,

Di Jorong Nan Tujuah terdapat sebuah sumber air yang bernama Luak Gadang dan Luak Kaciak. Ternyata tak hanya di sana, Luak Gadang juga ada di Jorong Guguak Rang Pisang. Memiliki kegunaan yang sama yakni sebagai salah satu sumber air bagi penduduk di jorong tersebut. Yang biasanya digunakan untuk mandi, membasuh pakaian, atau peralatan rumah tangga lainnya.

Luak Gadang di Guguak Rang Pisang lebih besar dari yang berada di Nan Tujuah. Walau bernama luak (sumur) namun lebih menyerupai tabek (Kolam). Konon kabarnya disinilah penduduk Jorong Guguak Rang Pisang mengambil air untuk mandi, membasuh pakaian, peralatan makan, dan lain sebagainya. Dimana sumber airnya berada di atas Bukik Baka.

Pada beberapa masa nan terdahulu, telah dibuat oleh orang saluran yang akan dapat menyalurkan air dari sumber air ini ke rumah-rumah penduduk. Untuk Jorong Guguak Rang Pisang, air dari sumber air ini telah dapat dinikmati. Baca lebih lanjut